Tiga Syarat untuk Headline yang Benar

Pernahkah Anda menerima selebaran brosur yang diberikan di tempat umum? Misal ketika Anda sedang menuruni atau naik escalator di ujungnya Anda disambut oleh seseorang dengan seragam tertentu dan senyum cerah menyerahkan selembar brosur. Lalu apa yang Anda lakukan? Anda membaca sekilas, dan mungkin Anda hanya melipatnya, membawanya sebentar dan membuangnya ke tempat sampah? Seberapa sering Anda membaca brosur tersebut sampai selesai? Bahkan Anda tertarik terhadap produk yang ditawarkan? Sering? Jarang?

Seperti umumnya diketahui, brosur adalah salah satu media pemasaran dan iklan yang paling sering dipakai untuk mendatangkan banyak prospek. Walaupun sangat sering digunakan, namun masih banyak pemilik bisnis yang kurang paham bahwa mendisain sebuah brosur tidak bisa sembarangan. Disain brosur yang efektif adalah apabila ketika menerimanya, seorang suspek langsung menangkap hal yang menarik perhatiannya dan terus membacanya hingga selesai.

Bagian utama brosur yang sangat penting, yang sangat berperan untuk menangkap mata seseorang yang meliriknya saat 1-2 detik pertama, adalah bagian headline (tajuk brosur). Sebegitu pentingnya headline brosur Anda, maka ada beberapa syarat dalam menulisnya sehingga headline tersebut mampu menarik perhatian orang yang menjadi target marketnya. Berikut adalah tiga syarat yang paling praktis untuk diterapkan :

  1. Buat headline Anda yang berfokus pada pembaca (suspek) dan masalah yang dia sedang hadapi, kemungkinan solusi, dan/atau keuntungan utama yang dia akan dapatkan dari produk atau jasa Anda. Kebanyakan headline hanya menampilkan tentang Anda atau Perusahaan Anda. Sesungguhnya Anda dan Perusahaan Anda tidak penting bagi mereka. Mereka hanya tetarik pada solusi dan keuntungan yang mereka bisa dapatkan.
  2. Headline brosur Anda hanya menuliskan hal-hal yang memang juga dijabarkan pada badan/isi brosur Anda. Apabila apa yang tercantum di headline berbeda dengan apa yang ditulis di badan/isi brosur, maka orang yang membacanya akan merasa tertipu dan kecewa karena membuang waktu mereka saja.
  3. Gunakan kata-kata dan kalimat sederhana dan umum untuk dipahami. Hindari jargon-jargon teknis atau kata-kata aneh yang menunjukan seberapa keren atau hebat diri Anda. Ingat, tidak semua suspek yang membaca brosur Anda memiliki tingkat pemahaman yang setara. Selalu gunakan istilah yang mudah dipahami jauh lebih berarti ketimbang Anda memamerkan penguasaan kosa kata Anda yang canggih. Ingat, tujuan kita bukanlah memenangkan lomba disain brosur terhebat, namun mendatangkan prospek yang minat dengan produk atau jasa kita sebanyak mungkin.

Apa yang telah dijabarkan di atas adalah poin-poin yang sederhana namun sangat penting untuk dipegang saat Anda sedang mendisain sebuah headline yang efektif untuk menarik perhatian prospek Anda dan membuat mereka membaca brosur Anda hingga selesai, dan akhirnya berakhir dengan penjualan yang sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *